Angin malam menerpa kulitku
Merasuk hingga tulang,
Sampai menggigil kedinginan.
Jantungku berdegup kencang
Saat ku teringat renyah tawanya
dan pelangi di iris matanya.
Jaket yang diberikan olehnya
Melambungkan seluruh angan-anganku.
Aroma tubuhnya merusak kerja otakku
Pagi hariku, kini tak sendiri
Bayangmu terus menghantui
Hingga pikiranku mulai tak sejalan dengan kata hati;
Tetap fokus pada jalanan,
atau senyummu yang tak sanggup memudar.
-r.d















0 komentar