Kegemaranku


Tuanku,
Rona merah wajahmu begitu memikat
Setetes keringatmu bagiku candu
Keahlianmu memainkan benda bundar itu
Buatku ingin melambaikan tangan

Sekali lagi, Tuan. Sekali lagi:
Ucapku bermonolog
Harapkan kau menerjang pemain belakang
Lalu habiskan lawan menantang di depan

Bibirmu tertarik keatas perlahan
Senyuman itu mengembang penuh kepuasan
Lenganmu kau rentangkan mengudara
Sorak-sorak dan teriakan tak ada hentinya

Di bangku barisan belakang
Ku perhatikanmu tanpa jeda
Pesonamu melemahkan raga

Di bangku barisan belakang 
Kutarik napasku lega
Tuan yang ku puja akhirnya mencetak skor


-r.d

You Might Also Like

0 komentar