Bicara Kamu

Kemarin, kau temani aku melihat jingga

dengan segelas kopi hitam dan juga jagung bakar.
Kau mengenakan kaos berwarna biru dongker,
dan aku menggunakan kaos hitam.
Katamu, kau suka malam dan perjalanan panjang
Katamu, warna jingga itu rupawan
Katamu juga, aroma hujan iu memabukkan.

Aku suka berbincang denganmu
Kita menyukai hal yang sama
Aku juga menikmati suara tawa dan batukmu
Tak masalah bila ditengah tertawamu kau tebatuk-batuk, 
karena aku tetaplah suka.

Bila orang lain mendamba tawa renyahmu,
Aku lebih suka tawa dan batukmu.
Bila orang lain mendamba senyum manismu,
Maka aku lebih suka lengkungan di bibirmu.
Bila orang lebih suka mata indahmu,
Aku lebih suka guratan-guratan kecil di plipismu.

Aku mendambamu dari sisi lain yang orang jarang perhatikan,
tapi kau hanya melihatku sama seperti kau melihat orang lain.
Tiada yang spesial.
Sama rata.

Aku tidak menuntutmu untuk melihatku dari sisi yang lain,
tetapi memang seharusnya aku yang melihat diriku sendiri dari sisi lain.
Melihat bahwa senyumku tak rupawan,
tertawaku yang terlalu lepas, 
dan mataku yang tak berpelangi.

Kini pandanganku telah berubah
Aku benci hujan karena itu membuatku demam
Aku benci aroma hujan karena aku akan mual
Aku benci malam dan perjalanan panjang karena itu melelahkan,
dan aku benci jingga karena akan selalu mengingatmu.

Lupakan bila aku pernah punya rasa
karena rasaku adalah kesalah pahaman antara diriku dengan diriku sendiri

Lupakan kita pernah berdua
karena aku yang tidak biasa dan kau yang biasa


-r.d


You Might Also Like

0 komentar