Dinding Hati

akhirnya dinding hati saya merembes
meninggalkan bercak dan noda
juga mulai sedikit terkelupas.

untung saja tidak roboh,
bahaya!

tandanya saya harus menambah lagi lapisannya
supaya tidak semakin parah.
tapi, tak jadi,
saya urungkan niatan itu.

saya tak mau terus menjadi kaku dan tersesat.
sudah cukup saya bersembunyi dan mengurung diri.
tak apa biarkan saja dindingku rusak,
karena itu semua adalah ulahmu.

saya tidak marah,
tidak pula menyimpan dendam.

terimakasih;
saya ucapkan setulus hati.

saya akan lega, kalau kau robohkan dinding
dengan kasih dan ketulusan.
ketimbang kau robohkan dengan keserakahan.

jangan marah padaku bila esok kau kembali dinding itu sudah lebih
kokoh dan tak akan mudah roboh.

jangan tanya lagi,
itu semua juga ulahmu.



-r.d
Day 4 (#30DaysOfLiterature)


You Might Also Like

0 komentar